Studi Lapang di Dinas DPMD Provinsi Jatim

Program Strategi Dan Perkembangan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur

Dinas Pemberdayaan Masyarakat memiliki 4 program kegiatan diantaranya yaitu:

  1. Program Peningkatan Usaha Ekonomi Desa/Kelurahan
  2. Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan
  3. Program Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa
  4. Program Peningkatan Kerjasama Desa

DPMD memiliki program unggulan tahun 2014 – 2019 dimana tujuan utamanya yaitu percepatan dan perluasan penanggulangan kemiskinan, nama program unggulan dari DPMD tersebut adalah JALIN MATRA (Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera). Jalin Matra tersebut memiliki program-program unggulan, diantaranya :

  1. BRTSM (Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin) dengan target mencapai 42.857 rumah tangga dan 663 desa, dimana target dari BRTSM tersebut adalah rumah tangga miskin bahkan sangat miskin yang mana pemberian bantuan tersebut secara cuma-Cuma.
  2. PFK (Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan) dengan target mencapai 76.283 KRTP dan 2.284 desa dimana target dari program ini adalah rumah tangga yang miskin, dimana syarat pemberian bantuan adalah mereka mengisi formulir yang berisi keahlian mereka sehingga diberikan bantuan berupa sesuai dengan keahlianya sehingga mereka dapat bekerja.
  3. PK2 (Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan) dengan target 700 desa dengan target keluarga hampir miskin sehingga pemberian bantuan melalui BUMdes berupa simpanan simpan pinjam.

Mekanisme jalin matra didapatkan dari APBD provinsi dimana data masyarakat target berdasarkan data BPS dan dilakukan kompilasi dengan musyawarah desa. Adanya jalin matra diupayakan untuk meminimalisir angka kemiskinan yang ada di daerah Jawa Timur. Saat ini di Jawa Timur sudah terdapat 5.261 desa yang sudah memiliki BUMDes yaitu mencapai 68,11% dari total jumlah desa di Jawa Timur. Selain BUMDDes mandiri beberapa desa juga memiliki BUMDes bersama sejumlah 116 desa. Langkah yang dilakukan DPMD dengan tujuan untuk pemberdayaan BUMDes diantaranya : (1) Rakor Pelestarian DBM hasil PNPM-MPd, (2) Lomba BUM desa terbaik, (3) Rakor penataan kelembagaan badan kredit desa, (4) BIMTEK dan temu karya BUMDes terbaik, dan (5) Rakor dan FGD pengembangan BUMDes.

Selain BUMdes, pemerintah juga memfasilitasi desa dengan Dana Desa yang juga diberikan dengan tujuan untuk pemberdayaan masyarakat sebesar 1 – 2 milyar tiap desa.  Pemanfaatan dana desa digunakan untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Pemanfaatan dana desa Provinsi Jawa Timur sendiri pada tahun 2015 – 2018, diantaranya digunakan untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Dana desa yang digunakan untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat dalam pemanfaatannya lebih digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal sarana prasarana, diantaranya pembangunan jalan desa, jembatan, pasar desa, BUMDes, tambatan perahu, embung, irigasi, dan sarana olahraga. Sedangkan dana desa yang digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dalam pemanfaatannya lebih menuju ke pemenuhan kebutuhan individu setiap masyarakat sendiri, diantaranya penahan tanah, air bersih, MCK, polindes-poskesdes, drainase, PAUD-TK-Sekolah, posyandu, dan sumur.

Pemberdayaan lembaga adat meliputi : (1) Penyusunan pedum dan juknis lembaga adat, (2) Sosialisasi pelestarian adat dan sosialisasi desa wisata berbasis adat istiadat serta budaya, (3) Pendataan lembaga adat, (4) Identifikasi dan monitoring lembaga adat, serta (5) Bimtek penyusunan regulasi lembaga adat.

Penulis Moch. Shofwan, M.Sc. (Dosen Mitigasi Bencana Unipa Surabaya, penulis kompasiana)